Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia

Assalamualaikum Wr. Wb.
Hi Everyone.. ^^ 
Ramadhan tahun ini memang sedikit lebih meriah dari tahun lalu. Ya, Ramadhan tahun ini bebarengan dengan HUT RI ke 65. Sesuai tradisi berbagai lomba di selenggarakan, lampu lampion di pasang di jalan-jalan, dan setiap daerah dibersihkan kembali untuk menyambut Ulang Tahun Negeri kita tercinta ini. Suasana Ramadhan semakin terasa ketika lomba yang di adakan berbau keagamaan seperti lomba tartil dan lomba adzan. Bari'an atau Selamatan HUT RI-pun sebagian besar diadakan dengan buka bersama seluruh warga sekitar di ikuti dengan pengajian atau ceramah mengenai arti kemerdekaan atau ramadhan itu sendiri. Itulah sekilas kemeriahan Ramadhan tahun ini di Indonesia, atau setidaknya di RW saya dan sekitarnya ;). Bagaima dengan di Negara lain? Check this Out!

United Kingdom a.k.a Inggris
Perjalanan kita kali ini dimulai di negara faviorit saya, Inggris!!, Di UK terdapat acara tahunan unik yaitu Ramadhan Festival, acara ini digelar di sepanjang bulan Ramadhan dan di selenggarakan di berbagai tempat. Acara yang dibuka untuk umum ini bertujuan mengenalkan budaya Islam dan tentu saja untuk mempererat tali persaudaraan kaum Muslim dan Non-Muslim di UK. Acara ini dikemas secara kreatif dengan berbagai acara menarik, seperti : Arabian Nights Free Art Fun Festival dan Buka Bersama layaknya di Indonesia. Sebelumnya acara ini juga sudah di gelar di negara lain seperti di Holland, Norwey, dan Belgium. Rencananya acara serupa juga akan digelar di France dan di US.
suasana di salah satu even Ramadan Festival

United States of America a.k.a Amerika Serikat
di US ada sedikit perbedaan waktu puasa dengan kita. Disana waktu Imsyak sekitar pukul 6.00 am dan waktu berbuka sekitar 18.30. Belum ada acara layaknya Ramadan Festival di US. Acara keagamaan hanya digelar di Islamic Center setempat. ada sekitar tujuh juta muslim di US yang datamg dari 80 negara di seluruh dunia.
Muslim Virginia melaksanakan Sholat Berjamaah
China
Islam pernah dibatasi beberapa tahun lalu oleh Pemerintah China. Tapi kini Islam sudah berkembang di China. Muslim China memiliki tradisi unik saat Ramadhan, yaitu membagikan makanan bagi tetangga-tetangganya. Ya, tradisi ini memang mirip dengan tradisi kita yang membagikan nasi kotak atau sejenisnya di minggu akhir Ramadhan dan kebiasaan kita membagikan Ta'jil. Bahkan Pemerintahan China memberikan libur tambahan bagi penduduk kota Ningxia dan Xinjiang yang mayoritas penduduknya adalah Muslim untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri.
Muslim China
Kue Youxiang selalu ikut memeriahkan Ramadhan di China. Youxiang ini semacam roti tipis goreng yang mirip dengan cakue yang kita kenal, hanya bedanya bentuknya tipis seperti adonan pizza. Roti ini dibuat dari tepung yang dibuat menjadi adonan dengan air gula merah. Setelah jadi adonan, roti ini digoreng kering sehingga akan renyah di luar tapi lembut dan manis di bagian dalam.
Youxiang
Lebanon a.k.a Libanon
Ada kebiasaan unik di Lebanon, menjelang Ramadhan, para Musilm menghias rumah, toko, dan jalan sebagai ungkapan rasa suka cita warga menyambut Ramadhan. Selain itu, layaknya di Indonesia ada sekelompok pemuda yang disebut Musharati yang berkeliling untuk membangunkan warga untuk sahur, mungkin di Jawa namanya Patrol kali yah. Sebuah LSM Zakat disana bahkan menggelar Restauran Amal yang ditunjukkan bagi warga miskin yang membutuhkan dan para tahanan.
seorang Muslimah Libanon tengah mendekorasi tokonya
Gaza (Palestina)
Gaza mungkin masih dikepung oleh Israel, but Ramadhan must go on there... lol. Semangat Ramadhan menambah semangat hidup mereka yang kian memprihatinkan.[T.T] I swear, I was crying when write these sentences.
Lentera sepertinya tak pernah lepas dari Ramadhan. Seorang warga bahkan membuat lampion raksasa untuk menyambut Ramadhan tahun ini. Lampion Dengan tinggi 10 meter (33 kaki) dan lebar 3,5 meter (11,5 kaki) ini sengaja dibuat oleh Mustafa Massoud, 24 dengan tujuan mengirim pesan ke dunia agar mematahkan blokade terhadap Gaza. Bisa dibayangkan besarnya? Bagi Muslim Gaza Ramadhan adalah waktu untuk memberi hadiah. Tapi tidak semua orang punya uang untuk membeli barang. Perekonomian Gaza terus stagnan, dan pengangguran mencapai 60%. Listrik mati sering menggangu Gaza, memaksa Muslim disana Sholat Tarawih menggunakan generator. 



Ramadhan memang selalu dinanti oleh setiap Muslimin wa Muslimat di seluruh dunia. Dalam keadaan apapun mereka, tak akan ada mampu yang menyembunyikan kebahagiaan Ramadhan. 

See ya!!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Post a Comment